Rabu, 13 Juni 2007

[ Kebesaran Sang Kuasa di Laut Merah ]

(wallahu'alam....)

Roda Kereta Fir'aun ditemukan dilaut merah, Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara anda menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini. Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt,
(lihat di http://www.wyattmuseum.com/ron-wyatt.htm) pada akhir tahun 1988 silam meng klaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Fira'aun yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya,selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama. Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.



Selain itu,ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang,sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas.Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Fir'aun sang raja.


Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang aq lingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa,Allah Maha Besar...

[ ... Bukan Awal Yang Bagus ]

Hhhmmm...

sebenarnya ini bukan awal yang bagus buat gw coba-coba ikutan nulis blog disini, bis perasaan gw hari ini bener-bener nggak cerah. Sepertinya semua yang ada disekelilingi gw, 'chemistry'nya kagak bagus banget. Apalagi lingkungan kantor, duehhh... engga enak banget ! Apa gara-gara gw eneg aja liat sikap si boss hari ini, jadi akhirnya merembet kemana-mana...

awalnya mah gw nggak begitu peduli dengan yang namanya politik kantor, seperti banyak yang di omongin orang dan kayaknya lumrah terjadi dimana aja. Tapi lama kelamaan gw jadi jengah juga untuk bersikap tidak peduli ama apa yang ada di sekitar gw. salah satunya sepertinya penyakit jilat menjilat, penyakit ini, baru sekarang yang bener-bener gw temukan di kantor, orang yang sok belagu depan si boss, cas ciss cus dengan gaya sok tau nya, belagak speak nyerocos seakan-akan hanya dia yang ngerjain dan tahu.

shiitt banget !

gw liat itu semua, apa karena mentang-mentang dia yang senior disini, trus menjadi seenak bersikap ke atas, gw bener-bener nggak percaya dari awal kalo tuh orang kayak gitu tipikalnya. Mana yang menjadi tanggung jawabnya di 'oper' ke orang lain, mentang-mentang tuh anak memang baru di tempat gw... gw terus terang bukan masalah iri soal kerjaan ato apa, hanya gw nggak suka aja orang suka seenaknya bersikap, melepas kerjaan tapi seakan-akan dia tuh sibuk nggak ketulungan, tapi didepan si boss dia tiba-tiba nyalip ngambil muka belagak gini gitu masalahnya... mana si boss entah belagak sok engga tau ataupun nggak berani, entahlah... beeuhh ! anjrittt bener tuh orang... bener-bener gregetan gw. Padahal tadi sempat gw coba protes sama si boss, tapi yaaa entah karena mereka sama-sama senior disini, dia kagak berani gitu, malahan bersikap membela gitu lagi, damn !

... gw masih coba tenang untuk hadapi ini, memang bener, gw nggak bisa apa-apa buat nge-handle kayak gini, gw sadar kok akan hal ini... haaaah ! mungkin untuk saat ini, udah.. gw mencoba menjalani mana yang menjadi tanggung jawab gw ajah... hanya saja, kejadian diatas jadi impact dengan apa yang gw lakukan hari ini...